Nikmatnya masuk surga bersama keluarga

Gambar

“( 21 )   Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

  1. Sudah semestinya kita menyiapkan generasi yg beriman, yg menjadi Abdullah (Hambanya Allah) sehingga kelak mereka akan berjumpa dg kita di surga.
  2. Anak cucu kita yg beriman, kelak akan mampu mengangkat derajat kita di surge tanpa mengurangi nilai amal ibadahnya. Ini investasi jangka panjang yg harus betul-betul dipersiapkan.
  3. Banyak contoh ulama salaf, dimana anak cucu mereka bisa menjadi lebih alim dari kakek buyutnya. Sebut saja Imam Syafi’I, ayahnya Pak Idris bukan lah siapa-siapa tapi karena sangat menjaga makanan halal yg dimasukkan keperutnya dan apa yg diberikan pd istrinya serta dg doa-doa panjangnya lahirlah Imam Syafi’I yg kezuhudan dan keilmuanya sudah tdk diragukan lagi.
  4. Bagaimana tahapan-tahapannya?

 

  1. Nadzar

Dalam Al-Quran kita sering baca Surat Ali-Imron (keluarga pak Imron). QS 3: 35 memberikan pelajaran pd kita bagai mana ibu imron sungguh2 bernadzar, niat kuat yg disertai tindakan nyata. Inilah nadzarnya:

( 35 )   (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ibu Imron ngarep dapat anak cowok, yg bisa menjadi pelayan Allah (Abdullah), sayang Allah mengaruniainya anak cewek. Ibu Imron sudah pasrah apapun yg terjadi tetap dia jadikan anaknya Abdullah. Putrinya diberinama Maryam, kita tahu bahwa siti Maryam kelak akan melahirkan Nabi Isa as.

Maka dari sekarang, niatkan dan azamkan nadzarkan anak cucu kita unk menjadi Abdullah, jgn takut ga dapat kerjaan, jgn takut ga dapet makan krn Allah akn memberikan yg terbaik. Sementara banyak ortu zaman skrg yg stress anaknya tdk diterima di sekolah ecek-ecek, ngeluarin duit banyak unk les ini itu demi kemapanan duniawi, sampe lupa gak ngajarin anaknya ngaji, gak ngajarin berbakti pd ortu, gak ngajarin berbuat baik pd sesama, gak ngajarin amanah.

2. Doa

Langkah kedua, kita harus dan wajib banyak2 berdoa. Unk anak cucu kita, unk sodara2 kita dan kaum muslimin smuan. Meski belum punya anak, bahkan blm nikah sekalipun hrs tetap brdoa jgn putus asa

Ini contoh doanya nabi zakariya, yg bertahun2 lamanya tdk dpt keturunan sampai hamper putus asa, kawatir perjuangan dakwahnya terhenti dan akhirnya Allah mengabulkan doanya. Beliau dikarunia anak, tp bukan sembarang anak.

(QS: 3; 38-39)

( 38 )   Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

( 39 )   Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

Bersambung…..

Ikuti kajian selanjutnya J

(kajian ust dwi jaka – semarang, 30 Juli 2013)

Categories: Tarbiyah, Tausiyah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: