Kemuliaan Ahlul Yaman

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ.

Limpahan Puji kehadirat Allah Maha Raja Tunggal dan abadi di alam semesta, Yang Maha menghadapi seluruh hamba-Nya dan melihatnya setiap waktu dan saat, wahai aku dan kalian yang tidak lepas dari pandangan pengawasan Ilahi , Yang Maha lembut dan siap melimpahkan kasih sayang dan pengampunan bagi para pendosa , memandang para pendosa dengan keinginan mengampuni mereka , memandang para ahli ibadah untuk mengangkat derajat mereka , inilah Allah Maha Tunggal dan Maha Sempurna menguasai kerajaan alam semesta , alam kehidupan dunia dan alam akhirah , alam yang ada sebelum alam dunia ada , alam yang ada setelah alam dunia tiada, dalam kehidupan manusia tiada lepas satu kejap pun dari pengawasan Ilahi , beruntung karena Yang Maha Mengawasi adalah juga Yang Maha Mengampuni , Yang Maha mengawasi adalah juga Yang Maha memaafkan dan tiada yang lebih pemaaf dari Allah , tiada yang lebih ramah kelembutannya dari Allah . Oleh sebab itulah Allah subhanahu wata’ala menjadikan musibah , cobaan dan kesedihan hamba-Nya sebagai penghapus dosa bagi hamba-Nya yang malas beristighfar, maka tiada yang lebih indah dari Allah, tiada yang tidak indah dari perbuatan-Nya , hingga berkata Hujjatul Islam wabarakatul Anam Al Imam Abdullah bin ‘Alawy Al Haddad di dalam ratibnya :

وَكُلُّ فِعْلِكَ جَمِيْلٌ

“ Semua perbuatan-Mu indah wahai Allah “

Anugerah tentunya indah jika disyukuri maka akan semakin indah , musibah adalah penghapusan dosa, maka kepahitan hidup dalam musibah adalah obat untuk mencapai kebahagiaan yang kekal , maka adakah perbuatan-Nya yang tidak indah ?! . Mereka yang masih menyembah selain-Nya masih tetap dinanti taubatnya untuk kembali kepada keluhuran , sejauh-jauh hamba pada kejahatan dan kegelapan namun Rabbul ‘alamin masih tetap tidak akan pernah menutup pintu pengampunan-Nya, dan tiada yang lebih luas di alam semesta lebih dari pengampunan Allah subhanahu wata’ala, yang mana pasti sampai kepada segenap makhluk-Nya , sebagaimana firman-Nya :

رَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ

( الأعراف : 156 )

“ Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu “. ( QS. Al A’raf : 156 )

Semua yang ada di alam semesta ini mendapat kelembutan Ilahi , demikian janji Rabbul ‘alamin . Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِن مَّاء فَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

( النور : 45 )

“ Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( QS.An Nur : 45 )

Dan Allah Yang menciptakan seluruh hewan di muka bumi ini, Allah menciptakan mereka ada yang berjalan dengan perutnya seperti ular misalnya, ada yang berjalan dengan kedua kaki, dan ada juga yang berjalan dengan empat yaitu dengan kedua tangan dan kedua kakinya , dan yang demikian itu Allah subhanahu wata’ala menciptakan dengan kehendak-Nya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Al Mushawwir yaitu Yang Maha melukis dan menggambar penciptaan dan konstruksi setiap makhluk , konstruksi daripada kehidupan dunia , konstruksi langit dan bumi , konstruksi penciptaan sel seluruh manusia yang dibangun dengan pembangunan multi sempurna , dan konstruksi penciptaan lautan , daratan, bahkan setiap butir sel yangmana dalam setiap butir sel itu jika dibesarkan akan terlihat didalamnya ada sel-sel pengaman, ada bagian penerima zatnya , ada bagian penyerap mineral dan pembuangnya, demikian dalam setiap sel . Maka setiap konstruksi diatur oleh Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi , inilah kerajaan langit dan bumi yang Rajanya tunggal dan abadi sebelum alam semesta ada hingga alam ini ada dan kemudian alam ini sirna , Dia Maha Ada , terlepas dari keterikatan waktu dan tempat , terlepas dari segala keterikatan apa yang ada pada makhluk-Nya , sebagaimana firman-Nya :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ

( الشورى : 11 )

“ Tiada sesuatupun yang serupa dengan Dia (Allah) “. ( QS.As Syuuraa: 11 )

Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

( ال عمران : 185 )

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan balasanmu, (baik atau buruk, pahala atau dosa) Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. ( QS. Ali Imran : 185 )

Semua yang hidup pasti akan merasakan kematian , ingatlah wahai yang hidup pasti datang kepada kita kematian dan tidak ada yang lebih pasti dalam kehidupan kita daripada kematian , seraya Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

( لقمان : 34 )

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yg akan terjadi dan diperbuatnya esok (atas kejadian yg ia tidak tahu dg pasti), dan manusia tidak tahu pula di bumi mana dia akan mati, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. ( QS. Luqman : 34 )

Manusia tidak tau apa yang akan ia perbuat di hari esok , ia boleh berencana dengan perencanaan yang paling sempurna, namun barangkali hanya karena seekor lalat atau seekor nyamuk kecil yang masuk kedalam matanya , programnya sepuluh tahun ke depan terhalang karena matanya menjadi buta , hal ini bisa berubah dalam sekejap saja, kalau nyamuk masih dikatakan besar mungkin saja yang masuk kedalam matanya adalah virus yang sangat kecil mungkin sel malaria atau yang lainnya maka hancur leburlah seluruh rencana yang akan dikerjakannya esok . Manusia tidak tau apa yang akan terjadi padanya di hari esok , bisa saja merencanakan , bisa saja meramalkan , tapi kesemuanya tidak ada yang pasti . Bahkan manusia tidak tau dimana ia akan wafat ,apakah di lautan , di daratan , di tengah-tengah api , terpendam timbunan , dibunuh , di rumah sakit , di rumah , di negerinya sendiri atau di negeri orang lain, dikenal orang atau tidak dikenal orang , dikuburkan dengan baik atau dibuang begitu saja , seseorang tidak tau tentang hal , maka Yang Maha Tahu hanyalah Allah . Maha Tahu tentang kejadian esok , Maha Tahu dimana seseorang akan wafat, dan (Dia swt) masih terus melihat kita di setiap waktu dan saat, dan Dia Yang Maha Baik , Dialah Allah subhanahu wata’ala , Dialah Yang Maha Indah , Dialah Yang Maha Berkasih sayang , Dialah Yang Maha Lembut , Dialah Yang Maha memanggil setiap ruh dan jiwa untuk mencapai keluhuran , jangan tertipu dengan siang dan malam , jangan tertipu dengan kesusahan dan kesenangan , jangan tertipu dengan harta ataupun kemiskinan , jangan tertipu dengan segala kejadian karena Yang Maha memiliki kejadian yang akan datang, adalah Allah subhanahu wata’ala , ingatlah hal itu . Kita berusaha dengan segala kemampuan kita tapi ingatlah bahwa semuanya ditentukan oleh Yang Maha menentukan. Berusaha dan berdoa itu adalah hal terbaik yang kita jalankan dan itulah perbuatan orang yang paling beruntung , tiada orang yang paling beruntung melebihi orang yang banyak berdoa karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda , diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dalam kitabnya Adab Al Mufrad :

أَعْجَزُ النَّاسِ أَعْجَزُهُمْ عَنِ الدُّعَاءِ

“ Orang yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dari berdoa “

Semakin lemah seseorang maka semakin sedikit ia berdoa , dan semakin lemahlah ia diombang ambingkan siang dan malam , ketika datang fitnah ia terguncang , datang pujian ia terguncang , datang kenikmatan ia terguncang , datang musibah ia terguncang , datang kepada teman ia terguncang , ada teman ia merasa bingung , tidak ada teman ia merasa bingung juga , sendiri ia merasa tidak enak , bersama teman ada saja masalah, terus muncul kegundahan karena jiwanya tidak mau mengikat dan menyambung hubungan dengan Allah subhanahu wata’ala . Maka sambungkanlah jiwa kami dengan cahaya keindahan-Mu Ya Rabby.., sehingga kami menjadi kuat melewati samudera kehidupan yang dahsyat gelombangnya , kami tidak terombang ambingkan oleh ombak hingga timbul dan tenggelam didalam kehidupan yang kami lewati tapi selamatkan kami di bahtera sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , jangan biarkan kami satu persatu sendiri di dalam perahu kecil yang sebentar terbalik kemudian timbul dan tenggelam . Sebagian tenggelam dalam kemurkaan-Mu dan sebagian selamat dengan susah payah , maka naikkan kami pada bahtera terbesar rahmatan lil’alamin, (adalah) Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang Engkau tunjuk sebagai pembawa kesejukan dan kasih sayang-Mu , orang yang paling berbudi pekerti indah kepada muslim atau non muslim , kepada teman atau musuh , tidak ada orang yang lebih ramah yang kita ketahui di dunia ini melebihi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , sangat ramah bahkan kepada musuhnya . Diriwayatkan didalam Sirah Ibn Hisyam , ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahnya , di saat itu Abu Jahl telah menunggu dari kejauhan , ia telah menggali lubang agar Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam jatuh terperangkap kedalam lubang dan celaka, kemudia ia akan mentertawakan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata : “ seorang Rasul terperangkap kedalam lubang , padahal ia mempunyai wahyu dari Tuhan tetapi tidak mengetahui ada perangkap di depannya “ . Lubang sudah digali di depan pintu rumah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi nabi tidak keluar, pintu diketok nabi tetap tidak keluar , diketok kedua kalinya nabi pun tidak keluar , kemudian pintu diketok untuk ketiga kalinya maka Rasulullah membuka pintu dan mengagetkan Abu jahl kemudian Abu Jahl kaget dan mundur akhirnya ia masuk sendiri kedalam lubang yang digalinya , lalu siapa yang ia minta pertolongan saat itu ? ialah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Teman-teman Abu Jahl yang menyaksikan Abu Jahl yang ingin mencelakakan nabi dari kejauhan, berhasil atau tidak . Maka ketika mereka melihat Abu Jahl yang terjatuh kedalam lubang itu , mereka pun lari takut kepada Nabi Muhammad dan tidak mau menolong Abu Jahl , maka siapa yang akan menolongnya , siapa yang ia panggil ? Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Ia memanggil “ Ya Muhammad !” , tidak salahkah ia menggali lubang untuk mencelakakan nabi Muhammad dan setelah terpuruk sendiri ia meminta bantuan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Maka tangan mulia itupun terulur untuk mengangkat tangan Abu Jahl , padahal itu musuhnya yang selalu menghalangi dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam , tetapi ia diangkat dan diselamatkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , menyelamatkan Abu Jahl dari perangkap yang telah ia buat untuk mencelakakan dirinya,kenapa? padahal jika nabi Muhammad membunuhnya maka berkuranglah satu orang yng menjadi penghalang dakwah , sudah jelas-jelas siang dan malam ia selalu memerangi dakwah sang Nabi di Makkah , biarkan saja jika ia mati dalam perangkap itu karena akan bertambah mudah dakwah sang nabi . Namun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ingin menyelamatkan orang yang paling jahat didalam dakwahnya , kalau bisa ia selamat dari kemurkaan Allah subhanahu wata’ala , kalau bisa ia selamat dari api neraka , maka beliau selamatkan Abu Jahl barangkali ia mendapatkan hidayah dan masuk Islam supaya ia selamat dari api neraka , demikian indahnya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berbudi luhur . Ketika dua minggu yang lalu saya di Kokoda dalam perjalanan dari Sorong menuju Teminabuan , dalam perjalanan itu kita menggunakan mobil 4×4 yang dua baris dan dibelakangnya bak terbuka . Di tengah perjalanan kami diberhentikan oleh salah seorang biarawati (zoster), wanita pimpinan agama non muslim yang berusia diatas 50– an , maka sopir meminta izin kepada saya : “ Habib, boleh dinaikkan ibu biarawati itu ?” , saya menjawab : “ boleh , mau ditempatkan dimana disini sudah tidak ada tempat “ , sopir itu menjawab : “ di bak belakang bersama barang “ , saya merasa tidak tega jika ibu itu duduk di belakang bersama barang , sopir berkata lagi : “ ia sudah terbiasa Habib seperti itu “, maka saya semakin tercekik mendengar “ sudah terbiasa “, seorang biarawati penyeru kepada agama keyakinannya ia sudah terbiasa berjalan dan duduk di bak bagian belakang dari kampung ke kampung untuk menyebarkan keyakinannya , maka tidak salah kalau seandainya agama non muslim yang maju karena para dai muslim hanya bersembunyi di kota-kota besar , tidak mau keluar seperti mereka . Maka jangan salahkan mereka jika muslimin semakin mundur , karena para dai nya juga semakin mundur . Dan ketika sopir mengatakan ia sudah terbiasa , maka semakin sakit hati saya , bukan semakin tenang tapi semakin sakit saya mendengarnya . Tidak lama kemudian hujan gerimis , dan hujan semakin besar maka saya merasa sangat tidak tega berkata : “ pak sopir tolong berhenti saya mau menggantikan tempat biarawati itu , supaya dia yang pindah kedepan dan saya duduk di bak belakang ” , tetapi sopir itu menolak karena kami yang menyewa dan membayar untuk mobil itu , maka saya berkata : “ dia seorang wanita yang lebih tua dari saya meskipun ia beda agama , Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menghormati yang lebih tua “, ketika saya katakan kepada biarawati itu untuk naik kedepan di tempat saya , dan saya yang pindah ke belakang , ia menolak dan tidak mau turun , maka saya katakan: “ jika ibu tidak mau turun dan pindah ke belakang maka saya tidak mau naik ke mobil “, akhirnya ia turun dan pindah ke depan , dan saya duduk di belakang , di saat itu hujan mulai semakin deras maka saya buka sorban dan kacamata ini hanya pakai peci saja , saya sambil terus menangis, betapa kuat dan tabahnya biarawati itu betapa malunya saya karena saya dimanjakan di Jakarta sekedar turun dari mobil dan naik ke mimbar , mereka para dai non muslim di wilayah pedalaman terus berdakwah , maka siapa yang akan terjun kesana jika kita para dai muslim hanya duduk di kota – kota besar .

Hadirin hadirat , sungguh seorang muslim harus lebih sopan dari non muslim , itulah budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Saya teringat riwayat sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah didalam riwayat yang tsiqah , ketika menuju shalat subuh berjama’ah bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam ia mendapati ada seorang lelaki tua renta berjalan tertatih-tatih di depannya, sayyidina Ali tidak mau mendahuluinya ia tetap berjalan di belakangnya , akhirnya Rasulullah sudah takbiratul ihram , membaca surah Al Fatihah dan membaca surah yang panjang dan kemudian rukuk , maka rukuknya Rasulullah sangat lama , hingga sayyidina Ali tiba dan masuk ke shaff barulah Rasulullah i’tidal dan meneruskan shalat , setelah selesai shalat ditanya oleh para sahabat : “ wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , sungguh rukukmu kali ini berbeda kenapa lama sekali ?” , maka Rasulullah berkata : “ Jibril menahan bahuku agar tidak berdiri i’tidal , untuk menunggu sayyidina Ali bin Abi Thalib karena adab dan kesopanannya kepada yang lebih tua darinya “, bahu Rasulullah ditahan oleh malaikat agar tidak berdiri i’tidal sampai sayyidina Ali datang dan masuk ke shaff shalat agar ia tidak ketinggalan rakaat shalat . Inilah kerukunan ummat beragama yang harus dijalin oleh muslimin , disadarkan kembali bagaimana budi pekerti nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sesama agama dan yang diluar agamanya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sesampainya saya di wilayah-wilayah yang semakin mendalam di wilayah Kokoda , Nebes dan lainnya . Di wilayah-wilayah itu sudah ratusan tahun tidak dimasuki oleh para Habaib , padahal yang memasukkan Islam ke wilayah itu adalah para Habaib Hadramaut yang datang dari Gujarat , diantara mereka dari keluarga Al Habsy , As Saggaf, As Syathiry dan lainnya , dan masjid-masjid yang mereka bangun ada yang disebut masjid An Nur , dan ada juga wilayah suku besar yang namanya Babo , jadi Babo itu dulu namanya Baabus Salam karena pertama kali masuknya orang – orang yang berdakwah adalah di Babo , dan sebagian mengatakan di Fak Fak , mengapa disebut Fak Fak ? Fak – Fak adalah bahasa ‘aamiyah hadramiyah yang artinya pukulan Rebana (faq faq), karena di saat itu disambut dengan rebana ketika datang para Habaib dari Gujarat yang berasal dari Hadramaut Yaman dari keluarga As Syathiry , Al Hamid dan lainnya . Demikian juga yang datang ke Pulau Jawa mereka adalah dari Gujarat dan dari Hadramaut Yaman .

Sampailah kita pada hadits mulia ini , Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَتَاكُمْ أَهْلَ اْليَمَن هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوْبًا اَلْإِيْمَانُ يَمَانٌ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَّةٌ .

“ Datang kepada kalian penduduk Yaman mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman adalah penduduk Yaman dan hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman .” ( Shahih Al Bukhari )

Penduduk Yaman hatinya sangat lembut , perasaannya sangat berkasih sayang , dan iman ada pada penduduk Yaman serta rahasia hikmah juga ada pada penduduk Yaman, yaitu penduduk Hadramaut tempat berhijrahnya Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir dari Baghdad. Kebanyakan penduduk Yaman adalah orang yang berlemah lembut hatinya , sebagimana hadits sang nabi namun karena terlalu berlemah lembut dan ramah , sangat baik dan sopan tidak mau mengganggu orang lain maka zaman sekarang banyak para teroris yang masuk ke Yaman dan sembunyi disana , karena orang-orang Yaman tidak suka bermusuhan dan tidak suka berprasangka buruk , tetapi sekarang nama Yaman buruk dikatakan Yaman sebagai sarang teroris , sungguh demi Allah tidak demikian karena ulama ahlu Yaman sejak berabad –abad tahun yang lalu didakwahi pertama kali oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib kw dan sayyidina Mu’adz bin Jabal ra . Sayyidina Mu’adz bin Jabal ke Yaman Utara dan sayyidina Ali bin Abi Thalib ke Yaman Selatan, Hadramaut . Demikian dakwah kedua shahabat ini membuka Yaman menjadi wilayah muslimin , dan disabdakan oleh Rasul yang berdoa:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

“ Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman “

Syam adalah wilayah Jordan dan sekitarnya , mengapa Rasulullah mendoakan keberkahan untuk wilayah yaman ? , karena beliau mengetahui bahwa nanti stelah beliau wafat akan ada Al Imam Ahmad Al Muhajir keturunan beliau hijrah ke Yaman dari Baghdad dan kemudian terus menyebar . Saat ini negeri muslimin terbesar di dunia adalah Indonesia , dan yang membawa Islam ke Indonesia adalah penduduk Yaman dari keluarga Al Hamid, As Saggaf , Al Habsy dan As Syathiry, Assegaf dll, yang menyebar ke pedalaman –pedalaman Papua , Sulawesi, Pulau Jawa , mereka rela berdakwah dengan memainkan wayang mengenalkan kalimat syahadah , mereka berjuang dan berdakwah dengan kelembutan tanpa senjata , tanpa kekerasan, tanpa pasukan , tetapi mereka datang dengan kedamaian dan kebaikan . Di Kokoda saya bertemu dengan salah seorang imam yang berasal dari wilayah Siwatori yang berkata : “ Habib, tolong berkunjung ke tempat kami di Siwatori , karena disana juga ada masjid yang dibangun oleh keluarga As Syathiry , kira-kira 3 atau 4 abad yang silam dan tidak pernah lagi dikunjungi oleh para Habaib” , maka saya katakan : “ Insyaallah saya akan datang, berapa lama perjalanan kesana?”, ia menjawab: “ Cuma 4 jam berjalan kaki “, saya katakan tidak ada kendaraan ?, tidak ada Habib hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, berangkat berjalan kaki 4 jam dan pulang berjalan kaki 4 jam, maka saya katakan saya tidak mampu karena waktu juga sangat sempit , saya masih harus ke Nebes mengunjungi masjid Al Jihad yang dibangun oleh para Habaib di masa lalu , perjalanan dengan menggunakan perahu kecil menyusuri belantara Irian Barat , samapi di Nebes 90 menit dan kembalinya lagi 90 menit . Bertemu dengan para imam disana , para ketua kampung disana dan mereka juga mengatakan sudah ratusan tahun mendengar saja cerita tentang Habib tetapi tidak pernah lagi ada kunjungan kesana , yang saya harukan sekarang kita sudah menggunakan speedboat walupun perjalanan masih berjam –jam dari Sorong 200Km menuju Teminabuan , di Teminabuan terdapat satu masjid di pinggir pantai yang disebut masjid At Taqwa dan disaat kebakaran di seluruh wilayah disana , masjid itu tidak disentuh oleh api karena dibangun oleh para salafusshalih di masa lalu, dan sekarang di Teminabuan sudah sangat sepi dari muslimin hanya tinggal beberapa orang saja , ada Raja Tarof disana , ada Bapak H. Syamsuddin yang sangat menyambut saya dan menyiapkan kapal menuju ke Kokoda 200 Km lagi perjalanan ke Kokoda , jadi perjalanan sudah demikian jauh maka saya tidak mampu jika harus berjalan kaki lagi selama 4 jam pergi dan 4 jam pulang , (beliau Habib Munzir bercanda) “bisa-bisa saya tidak kembali ke Jakarta akhirnya wafat di jalan wal’iyadzubillah” , (semoga) Allah memanjangkan usia kita .

Namun yang membuat saya takjub adalah para Habaib terdahulu melewati tengah belantara itu berangkat 4 jam perjalanan kaki dan 4 jam perjalanan pulang , dan bukan satu kali perjalanan , mereka selalu berkunjung menyebarkan Islam dari abad ke- 16 . Dijelaskan oleh para tokoh masyarakat di wilayah Bintuni bahwa mulai abad ke-16 Islam sudah masuk dan setelah itu sirna kemudian muncul lagi pada abad ke -18 .

Demikian hebatnya para dai dan para Habaib terdahulu . Mereka masuk sampai ke pelosok pedalaman Irian , yang sangat saya sedihkan adalah betapa hebatnya mereka memasuki pedalaman yang demikian panas disaat itu , di zaman sekarang saja wilayah tersebut masih sangat sulit dikunjungi , belum ada jaringan handphone , belum ada telepon , belum ada listrik , saat ini kita sudah merasa kesulitan, apalagi di masa lalu .

Pada abad ke – 16 mereka datang dari Hadramaut , menuju Gujarat, (lalu ke Indonesia), entah perjalanan berapa hari mungkin 1 atau 2 bulan baru sampai ke Indonesia . Yang masuk ke Pulau Jawa dikenal dengan sembilan wali ( Wali Songo ) , sembilan orang ini membawa keislaman di pulau Jawa dari ujung kulon hingga ujung Banyuwangi semua mengenal kalimat tauhid mulai dari masyarakat jelata, pedagang, penguasa sampai para raja, mereka mengenal “ Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah “ , mereka datang dengan iman , mereka datang dengan damai , mereka datang dengan kelembutan . Dan saya kira hanya di pulau Jawa saja , ternyata sampai ke ujung Irian pun mereka masuki ke tempat-tempat yang sangat sulit , demikian dari mana datangnya ? sudah dikabarkan dan didoakan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

“ Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman”

Penyebaran islam terbesar adalah dari Yaman karena negeri terbesar di muka bumi adalah Indonesia , dan Indonesia diislamkan oleh penduduk Yaman dari para Habaib kita , dan inilah keberhasilan terbesar di muka bumi , karena di negeri-negeri yang lain jumlah muslimin tidak sebanyak di Indonesia , padahal tidak ada para sahabat Rasul yang sampai ke Indonesia , maka dari mana keberhasilan itu datang tentunya dari penduduk Yaman , yaitu dari para Habaib nya , dari mana mereka ? dari doa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Lalu ketika sang nabi mendoakan keberkahan untuk wilayah Syam dan Yaman maka diantara sahabat ada yang berkata : “ wilayah Najd juga wahai Rasulullah “, tetapi Rasul diam kemudian mendoakan lagi penduduk Syam dan Yaman , dan diantara sahabat ada yang berkata lagi : “ dan wilayah Najd wahai Rasul “, Najd adalah suatu wilayah pegunungan di Saudi Arabia , dua kali sahabat meminta rasulullah untuk mendoakan Najd , dan untuk yang ketiga kalinya Rasul menjawab : “ akan muncul goncangan dan fitnah dari tempat itu , dan terbitnya tanduk syaitan dari Najd “, demikian sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan muncul zaman sekarang yang membid’ahkan maulid , yang mengharamakan majelis dzikir , yang memusyrikkan orang ynag berziarah , maka semua itu muncul dari Najd, (Ibn Abdul wahab adalah dari Najd dan lahir di Najd) dan hal itu diketahui oleh sayyidina Muhammad 14 abad yang silam .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikian indahnya budi pekerti yang diwarisi dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , maka warisilah hubungan ynag kuat dengan para pendahulu kita , para guru-guru kita , para pembawa Islam ke tempat ini menyatukan sanad kita kepada mereka , kepada guru-guru kita, dari guru-gurunya sampai kepada Imam semua guru , sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membawa kesejahteraan dan keberkahan , semakin cinta kita kepada guru-guru kita dan para ulama’ kita , maka tentunya akan semakin kuat rantai terikat antara kita dan sang pembawa rahmat Allah subhanahu wata’ala . Kita ingat guru mulia kita Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Hafizh adalah dari Yaman , dan kebanyakan dari mereka pun dari Yaman datang membawa kesejahteraan . Namun sekarang nama Yaman tercemar , sekarang nama Aceh juga tercemar , nama Makkah dan Madinah tercemar , nama-nama wilayah muslimin tercemar hal itu karena para oknum nya .

Namun yang sebenarnya negeri Yaman adalah negeri yang membawa kebahagiaan dan rahmat di masa setelah wafatnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , karena telah disampaikan oleh sang Nabi bahwa Iman akan terbit pada penduduk Yaman dan Hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman . Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelaskan hadits ini , beliau berkata bahwa hadits ini terikat pada kaum Anshar karena ternyata kaum Anshar itu adalah keturunan oarng –orang Yaman , yang mana Rasulullah telah bersabda :

مَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُمُ اللهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُمُ اللهُ

“ Barangsiapa yang mencintai Anshar maka ia dicintai Allah , dan siapa yang membenci Anshar maka ia dibenci Allah “

Anshar adalah keturunan orang Yaman , bahkan Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam An Nawawy alaihi rahmatullah menjelaskan bahwa penduduk Makkah pun ketika di masa datangnya Siti Hajar ‘alaihassalam yang ditinggalkan oleh nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang ketika itu sayyidah Hajar bersama putranya yaitu nabi Ismail alaihissalam ditinggal di Makkah, ketika itu datang kafilah dari Bani Tihamah dari Yaman , jadi penduduk Makkah pun asal muasalnya dari Yaman juga , ternyata Makkah dan Madinah awalnya juga dari Yaman , demikian pula muslimin yang sampai ke Indonesia awalnya juga dari Yaman , bukan berarti saya memuji muji Yaman karena Guru kita orang Yaman bukan begitu maksudnya , tetapi tahqiq dari Hadits nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita lebih mengetahui dan memahami asal muasal aqidah kita , jangan sampai kita tertipu karena asal muasal aqidah telah diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Diriwayatkan bagaimana indahnya budi pekerti nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang juga sangat tunduk kepada budi pekerti yang indah, sayyidina Ali bin Abi Thalib kw , sayyidatuna Fathimah Az Zahra Ra dan para muhajirin dan anshar mereka wangi dan harum dengan budi pekerti yang indah , dan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitabnya Shahih Bukhari :

أَحَبُّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاَقًا

“ Orang yang paling aku cintai diantara kalian adalah yang paling indah budi pekertinya “

Maka berjuanglah untuk memperindah budi pekerti kita . Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala semoga Allah memperindah hari-hari kita , Allah membantu keindahan budi pekerti kita , Rabby.. sungguh hati ini keras dari bermunajat , Rabby..kami rindu untuk memperbanyak doa dalam tangis kehadirat-Mu . Hadirin hadirat , kapan tangan yang penuh dosa ini akan sering terangkat mengemis pengampunan-Nya , kapan mata yang penuh dosa ini sering mengalirkan airmata kepada Allah , merindukan Allah , memohon maaf kepada Allah ,haru kepada cinta dan kenikmatan Allah, berapa banyak desah nafas kerinduan kita kepada-Nya , berapa banyak kalimat keluar dari lidah kita untuk memuji-Nya , berapa banyak alam pemikiran kita yang mengingat-Nya , karena lidah kita berbicara dan terkadang diam , tetapi alam pemikiran kita tidak akan pernah diam , alam pemikiran kita akan terus berbicara tetapi tidak terdengar oleh kita dan Allah mendengarnya, kalau lidah kita bisa ditahan agar tidak berbicara tetapi alam pemikiran terus berbicara dan didengar oleh Allah subhanahu wata’ala dan tidak terdengar oleh telinga manusia , maka kata-kata apa yang terus terlantun dari pemikiran kita , apakah lintasan pemikiran yang dicintai Allah ataukah lintasan pemikiran yang dihinakan Allah?!. Barangkali kita didalam sujud kita masih mensuarakan dan mendoakan hal-hal yang hina di mata Allah subhanahu wata’ala . Hadirin hadirat , jadikan tempat sujudmu basah dengan airmatamu dalam doa dan munajat , jadikan kedua pipimu menyaksikan airmata munajatmu , jadikan tangan kirimu selalu bersatu dengan tangan kananmu dalam doa dan munajat memanggil nama-Nya Yang Maha Luhur , Yang Maha Mengetahui kejadian esok , Yang Maha Mengetahui apa yang akan terjadi pada kita . Semua yang hidup akan mersakan kematian , kemudian dibalaslah amal-amalnya di hari kiamat . Berapa banyak perbuatan baikku wahai Allah , berapa banyak perbuatan jahatku , sungguh dosa-dosa jauh lebih banyak dari pahala, namun Engkau melipatgandakannya sepuluh kali lipat dan tiada seorang hamba yang bisa menginjak sorga sebelum pupus seluruh dosanya , maka dimana tempat kami sebelum dosa-dosa itu terhapus wahai Rabb , salah satu dari dua tempat ; pengampunan-Mu atau api neraka yang akan menghapusnya . Wahai Allah kami memohon pengampunan-Mu Ya Rahman Ya Rahim , jika Engkau belum memaafkan kami dalam kehidupan ini maka pastilah kami melewati penghapusan didalam api neraka, maka kami meminta wahai Yang Maha Mendengar dan Maha menjamu di istana keridhaan-Mu Ya Allah . Wahai hadirin yang hadir di malam agung ini , kau tidak akan bisa menyeru Allah kecuali diizinkan-Nya , dan kau telah dizinkannya bergetar bibirmu memanggil nama-Nya , maka dengan izin itu masuklah ke dalam gerbang keridhaan untuk membuka hati kita dengan cahaya keindahan nama-Nya .

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ .

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya mohon doa agar dilimpahi kesehatan dan rahmah karena Majelis Rasulullah sudah mulai dengan kunjungan bulanan ke luar kota, dimulai bulan Februari ini hari Jum’at pagi tanggal 12 Februari saya ada acara di Surabaya tepatnya di daerah Pandaan , siangnya kembali dan malamnya majelis . Dan tanggal 16 dan 17 di Singapura dan Kualalumpur majelis bulanan mulai dibuka , tanggal 21 di Palembang majelis bulanan, tanggal 23 di Denpasar majelis bulanan terus dibuka , dan akan menyusul majelis bulanan di Banjarmasin tiap hari Ahad sebulan sekali akan mulai dibuka berangkat pagi pulang siang , dan seluruh wilayah sedikit demi sedikit akan terus ditancapkan panji-panji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan wilayah Irian sudah lebih dari 20 wilayah yang telah ditancapakan umbul-umbul Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena sudah dikunjungi , dan santri-santrinya sedang dalam perjalanan , dan esok akan meluncur dari Sorong 40 orang , dari Bintuni , Ransiki , Teminabuan, Kokoda , Nebes akan datang ke Jakarta 40 orang bersama KH. Ahmad Baihaqi dengan menggunakan kapal laut dan seminggu baru akan sampai kesini , karena keterbatasan biaya maka terpaksa memilih dengan kapal laut , dan santri yang sudah ada disini kurang lebih 30 orang dari Kokoda , kelak mereka akan kembali kesana untuk mengembalikan lagi dakwah salaf yang telah hilang 4 abad yang silam telah mulai hampir padam namun dengan keberkahan dakwah sang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , Allah subhanahu wata’ala akan makmurkan dalam waktu dekat seluruh wilayah Irian Barat akan kembali kepada panji dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ,amin allahumma amin .

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=263&Itemid=30

Categories: Maqolat | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: