Hukum Mengusap Kaos Kaki

 

Pertanyaan       : kami pernah mendapati sebagian orang ketika berwudhu yang mengusap kedua kaos kakinya sebagai ganti dari membasuh kedua kaki, apakah hal ini diperbolehkan? Dan apakah hanya terbatas pada musim dingin saja?

 

Jawaban           :

Membasuh (al-mashu) atas kaos kaki (jaurab) merupakan suatu rukhshoh atau keringanan dimana pendapat kebanyakan ulama membolehkan, dalam hal ini terdapat tiga hadits yang menjadi dasarnya:

عن ثوبان قال : بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم سرية فأصابهم البرد فلما قدموا على النبي صلى الله عليه وسلم شكوا إليه ما أصابهم من البرد فأمرهم أن يمسحوا على العصائب والتساخين . رواه أبو داوود وأحمد والحاكم وصححه ووافقه الذهبي وقال العلامة أحمد محمد شاكر إنه حديث متصل صحيح الإسناد

Dari Tsauban berkata: Rasulullah SAW mengutus pasukan (siriyyah), namun mereka diterpa cuaca dingin. Mereka mengeluhkan hal tersebut ketika menghadap Nabi SAW apa yang menimpa mereka dari kedinginan, Nabi pun memerintahkan untuk mengusap balutan dan penghangat mereka. (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim kemudian disahihkan dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Al-‘allamah Ahmad Muhammad Syakir bahwa hadits tersebut muttashil sanadnya shahih. Adapun tasakhin adalah semua yang digunakan untuk menghangatkan kaki baik itu khuf, kaos kaki dan sejenisnya.

 

عن المغيرة بن شعبة ( أن رسول الله  توضأ ومسح على الجوربين والنعلين ) رواه أحمد وأبو داود والترمذي وابن ماجة وقال الترمذي هذا حديث حسن صحيح .

Dari Mughirah bin Syu’bah (bahwasannya Rasulullah SAW berwudhu kemudian membasuh kedua kaos kakinya dan sendalnya) HR Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibn Majah. Berkata at-Tirmidzi ini adalah hadist hasan shahih

عن أبي موسى الأشعري😦 أن رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ ومسح على الجوربين والنعلين ) رواه بن ماجة .

Dari Abu Musa al-Asy’ari “sesungguhnya Rasulullah SAW berwudlu kemudian membasuh kedua kaos kakinya (jaurob) dan sandalnya.” HR Ibnu Majah.

 

Para sahabatpun banyak yang mempraktekan hal ini sebagaimana yang diungkapkan Ibn Mundzir dimana beliau meriwayatkan tetang masalah membasuh kedua jaurab setidaknya dari 9 sahabat Nabi SAW yaitu: Ali, Amr, Abu Mas’ud al-Anshari, Anas, Ibn Umar, al-Barra’, Bilal, Abdullah bin Abi Aufa, Sahl bin Sa’d. Kemudian Abu Daud menambahkah lagi yakni: Abu Umamah, Amr bin Harits, Amr dan Ibn Abbas. Ketiga belas sahabat itu telah tetap dari mereka perihal mambasuh jaurab yang mengindikasikan bahwa mereka mengetahuinya dari Nabi SAW, karena perkara seperti ini tidak dapat dipikir hanya dengan akal.

 

Dan lagi, membasuh jaurab merupakan rukhshah yang umum dilakukan setiap waktu, tidak hanya berlaku di musim dingin saja sebagaimana yang diduga oleh beberapa orang. Rukhshah itu bisa dilakukan baik pada musim panas maupun dingin, diperjalanan maupun ketika berdiam di rumah.

 

Akan tetapi dibatasi hanya satu hari satu malam saja bagi mukimin yaitu mereka yang berdiam di rumah alias tidak bepergian, dan tiga hari tiga malam bagi musafir. Dan perlu diketahui bahwa diperbolehkannya mashu (membasuh) disyaratkan pemakaian jaurab tadi ketika sudah suci dari hadats. Kemudian, kapan dimulainya waktu mashu yaitu setelah berhadats. Misalnya, jika seorang berwudhu untuk shalat Shubuh dan jaurab nya ia kenakan, kemudian batal wudhunya. Ketika ia shalat Dzuhur, berwudhu dan mengusap jaurab maka di saat itulah jangka waktu mashu bermula. Jika ia mukim maka diperbolehkannya hingga waktu Dzuhur hari berikutnya saja, namun jika ia adalah musafir maka waktunya hingga Dzuhur hari ketiga.

 

Di atas adalah pendapat yang paling shahih dan jika jangka waktu mashu telah berakhir dan wudhunya tidak batal maka wudhunya sah hingga ia berhadats, karena habisnya waktu mashu bukan termasuk pembatal wudhu menurut pendapat yang kuat dari perkataan para ahli ilmu.

 

Disadur oleh: Ade Machun S

Sebagaimana yang difatwakan oleh Dr. Hisamud Din Musa dalam Rubrik Yas alunaka (mereka bertanya kepadamu)

 

 

Categories: Fiqih | Tags: | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Hukum Mengusap Kaos Kaki

  1. assalamu’alaikum wr. wb.

    Assalam kini membuka kembali forum tanya jawab, khususnya dari santri. Forum ini telah dipublish melalui internet. SIlakan buka di forum-santri.assalaam.or.id atau di soaljawabislam.wordpress.com. Kedua halaman itu sama,

    • ibnmaknun

      wa’alaikum salam wr. wb. terimakasih ustadz… semoga Assalaam terus maju. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: