4 Rukun Dakwah

Khidmah wad Dakwah, terdorong dari sebuah niat yang terinsipirasi dari “ballighuu ‘anni walau ayah” sampaikan lah walau hanya satu ayat, sebuah kata-kata yang keluar dari shohibur risalah Muhammad bin Abdillah SAW untuk menyebarkan agama yang dibawanya, agama yang paling benar tanpa terkandung sedikitpun keraguan di dalamnya, agama yang merupakan rahmat bagi alam semesta yang membebaskan jiwa dan akal manusia dari jajahan thaghut menuju kemurnian tauhid laa ilaa ha illaLlah.

Sebagaimana yang dijelaskan Dr. Abdul Karim Zaidan dalam muqaddimah kitabnya “Ushulud Dakwah” bahwa yang dimaksudkan dengan ad-Da’wah (mengajak) adalah ad-Da’wah ilaLloh (mengajak kepadas Allah), firman Allah SWT :

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS Yusuf: 108 )

Dan maksud dari mengajak kepada Allah adalah mengajak kepada agamanya yaitu Islam, firman Allah SWT

 

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam..”(QS Ali Imran: 19)

Agama Islam dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW dari Rabb-nya. Beliaupun dengan penuh amanah telah menyampaikan dengan sempurna semua risalah yang dibawanya kepada ummat baik orang arab maupun ‘ajam karena risalah Islam tidak hanya ditujukan semata-mata untuk orang arab meskipun nabi Muhammad diutus ditengah-tengah mereka karena beliau diutus rahmatan lil ‘alamin. Beliau terus menyerukan risalah ini sedari diangkatnya menjadi utusan Allah hingga ajal menjemputnya. Beliau menyampaikan risalah ini dengan manhaj dan metoda ilmiah yang sangat baik yang langsung diwahyukan oleh Allah SWT. Allah Firman-Nya:

“Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan”, (QS Saba': 28)

Dari uraian singkat di atas, dapat kita simpulkan bahwa dakwah memiliki empat rukun yaitu: Islam sebagai maudhu’ dakwah serta hakikatnya, da’I (subjek yang menyeru), mad’u (objek dakwah) dan wasail (sarana-sarana) untuk menyampaikan dakwah.

 

About these ads
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.223 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: